Purwokerto, Sabtu, 23 Mei 2026 — HMPS BKI UIN Saizu mengadakan Seminar HMPS BKI bertema “Luka Batin dan Mental Health” yang berlangsung di Auditorium UIN Saizu Purwokerto mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) yang diselenggarakan untuk menambah wawasan mahasiswa dan peserta terkait pentingnya memahami luka batin, menjaga kesehatan mental, serta membangun ketahanan diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Seminar tersebut diikuti oleh 336 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, masyarakat umum, dosen, pengurus HMPS BKI, panitia pelaksana, hingga tamu undangan lainnya. Besarnya jumlah peserta yang hadir menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu kesehatan mental yang saat ini banyak dialami oleh generasi muda. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan penuh antusiasme.
Acara seminar diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan doa, sambutan ketua panitia, sambutan dari pihak terkait, kemudian sesi penyampaian materi oleh Dio Diadon selaku pemateri utama. Seorang pembicara yang dikenal memiliki pendekatan komunikatif dan humanis dalam membahas isu-isu kesehatan mental. Dengan gaya penyampaian yang santai namun bermakna, ia mengajak peserta untuk lebih berani mengenali luka batin, memahami akar permasalahannya, serta menemukan cara-cara sehat untuk proses penyembuhan. Melalui kombinasi antara pemaparan materi dan sentuhan seni musik, dalam materinya, pemateri menjelaskan tentang makna luka batin, berbagai faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan mental, tanda-tanda seseorang mengalami tekanan emosional, hingga upaya penyembuhan diri yang dapat dilakukan baik secara mandiri maupun dengan dukungan orang sekitar.
Kegiatan ini menghadirkan suasana yang edukatif sekaligus hangat, di mana materi disampaikan secara interaktif oleh narasumber sehingga peserta dapat lebih mudah memahami dan terlibat langsung dalam diskusi. Tidak hanya penyampaian materi secara teoritis, seminar ini juga diselingi dengan menyanyikan lagu-lagu yang relevan dengan tema, dengan iringan gitar yang dibawakan langsung oleh narasumber, sehingga menciptakan suasana reflektif dan emosional yang mendalam bagi peserta.
Penyampaian materi mendapatkan tanggapan positif dari peserta. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta selama sesi berlangsung, mulai dari mendengarkan materi, mencatat hal-hal penting, hingga berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Setelah seluruh rangkaian seminar selesai, kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi dokumentasi. Acara berakhir pada pukul 16.00 WIB dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Seminar ini diharapkan mampu memberikan pengalaman yang tidak hanya informatif tetapi juga menyentuh sisi emosional peserta, sehingga mendorong terciptanya kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan mental secara berkelanjutan.