Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) menjadi narasumber dengan menyampaikan materi tentang “Konseling Sebaya: Menjadi Konselor yang Mendengar tanpa Membedakan” dalam kegiatan Pelatihan Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Bahagia SMAN 4 Purwokerto. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2026, bertempat di Ruang Rupatama SMAN 4 Purwokerto. Pelatihan ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota PIK-R Bahagia. Kegiatan diselenggarakan sebagai upaya penguatan kapasitas pendidik dan konselor sebaya dalam membantu mengatasi masalah teman sebaya. Kaprodi BKI hadir didampingi oleh Solihah Indah Utami (Ketua Laboratorium BKI “Sahabat Heal” UIN Saizu).
Pembina PIK-R Bahagia SMAN 4 Purwokerto, Bpk. Lutfi, S.Pd., yang didampingi Ibu Rahayu, dalam sambutannya menyatakan bahwa pelatihan PKPS ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Keberadaan pendidik sebaya dan konselor sebaya dinilai mampu menjadi jembatan awal (garda terdepan) dalam membantu siswa yang menghadapi persoalan pribadi, akademik, sosial, maupun karir dengan menjadi pendengar yang baik.
Kaprodi BKI, Nur Azizah, dalam pemaparannya menekankan pentingnya peran konselor sebaya sebagai pendengar yang empatik dan tidak menghakimi. Menurutnya, banyak persoalan yang dapat ditangani lebih awal ketika ada ruang aman bagi siswa untuk bercerita dan didengarkan tanpa perbedaan latar belakang, pandangan, maupun kondisi pribadi.

Materi konseling sebaya disampaikan secara komprehensif, mulai dari konsep dasar konseling sebaya dan tahapan pelaksanaan konseling sebaya. Peserta juga dibekali pemahaman tentang etika konseling sebaya serta batasan peran konselor sebaya agar tetap mengedepankan keamanan dan kenyamanan konseli. Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilanjutkan dengan pemahaman perilaku inklusivitas bagi siswa dengan memakai kertas berwarna biru untuk menunjukkan perilaku inklusivitas dan kertas berwarna merah untuk perilaku noninklusivitas. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik konseling sebaya (menjadi konselor dan klien), serta anggota kelompok lainnya menjadi observer konselor. Pemahaman perilaku inklusivitas dan praktik konseling sebaya ini merupakan adaptasi dari salah satu karya penelitian mahasiswa BKI (Silvia Octaviani, angkatan 2022). Setelah praktik konseling sebaya dilakukan, dilanjutkan dengan penyampaian feedback bagi peserta yang menjadi konselor, di mana siswa yang menjadi konselor merasa bangga bisa membantu temannya untuk mengatasi masalahnya. Setelah penyampaian feedback dari konselor, dilanjutkan dengan menulis di kertas biru tentang langkah yang akan dilakukan ketika menjadi konselor sebaya dan menulis di kertas merah tentang harapan bagi PIK-R Bahagia di SMAN 4 Purwokerto. Sesi kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif.

Kaprodi BKI menyampaikan apresiasinya kepada PIK-R Bahagia SMAN 4 Purwokerto atas komitmen dalam mengembangkan program konseling sebaya serta berharap para peserta dapat menjadi konselor sebaya sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan budaya saling peduli dan menghargai di lingkungan sekolah. Kegiatan Pelatihan PSKS ini diharapkan dapat bermanfaat dan diaplikasikan oleh seluruh pengurus dan anggota PIK-R Bahagia SMAN 4 Purwokerto untuk semakin siap menjalankan perannya secara profesional dan humanis sebagai konselor sebaya. Pelatihan konseling sebaya menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan informasi dan konseling sebaya di sekolah, sekaligus menumbuhkan lingkungan yang inklusif dan suportif bagi seluruh siswa. Melalui sharing konseling sebaya ini juga sekaligus menjadi ajang sosialisasi Prodi BKI.