Oleh: Fadilla Apriliana_234110101056
*Bimbingan Konseling Islam
Menjadi seorang mahasiswa sering dipandang sebagai fase yang menyenangkan. Ada kebebasan, ada mimpi besar tentang masa depan. Namun, di belakangnya tersimpan tekanan yang tidak selalu terlihat. Tekanan akademik, tuntutan keluarga, keterbatasan ekonomi, hingga rasa takut yang diam-diam terus tumbuh dalam hati.
Banyak orang yang ha nya melihat hasil akhirnya saja seperti, wisuda, toga, dan senyuman di atas panggung. Mereka jarang sekali melihat proses panjang yang dihadapi. Tugas yang menumpuk, revisi yang berulang, hingga rasa Lelah yang menumpuk setiap hari. Ketika ada mahasiswa yang sudah ada di semester tua, muncul banyak pertanyaan yang terdengar sederhana namun menyakaitkan seperti “kapan lulus?”, “Kenapa lama?”, pertanyaan itu yang akhirnya yang membuat tekanan itu terasa semakin berat.
Dari timbulnya tekanan ada satu perasaan yang jarang sekali dibicarakan yaitu perasaan takut. Takut mengecewakan orang tua yang telah berkorban banyak. Takut dianggap tidak mampu. Takut tertinggal dari teman-teman, bahkan takut pada diri sendiri.
Rasa takut ini sering sekali muncul, disaat yang bersamaan kepala terasa berisik dengan pertanyaan “Apakah aku sanggup menyelesaikan ini?”, “Apakah aku pantas mendapatkan gelar ini?” Pertanyaan-pertanyaan itu bergema dalam pikiran.

sumber:Idn.freepik.com
Sayangnya, tidak semua orang memahami pergulatan batin tersebut. Sebagian hanya melihat mahasiswa sebagai individu yang “hanya belajar”. Padahal, belajar di bangku perkuliahan bukan sekadar duduk dan mencatat. Ia adalah proses panjang pembentukan karakter, kedewasaan, dan ketahanan mental.
Di sisi lain, harapan tetap menjadi cahaya yang membuat mahasiswa bertahan. Harapan untuk membanggakan keluarga, Harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Harapan inilah yang menahan mereka agar tidak menyerah, meski diremehkan atau dipandang sebelah mata.
Perjuangan mahasiswa bukan hanya tentang menyelesaikan skripsi atau lulus tepat waktu. Ia adalah tentang berdamai dengan rasa takut, mengelola tekanan, dan tetap berjalan meski langkah terasa berat. Tidak semua air mata terlihat, tidak semua kecemasan terdengar. Namun setiap usaha, sekecil apa pun, adalah bukti bahwa mereka sedang berjuang.
Sudah seharusnya kita berhenti meremehkan proses seseorang. Karena di balik satu gelar yang diraih, ada keberanian melawan rasa takut, ada kesabaran menghadapi tekanan, dan ada keteguhan untuk tidak menyerah.
Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang menjadi pintar. Tetapi tentang menjadi kuat.
*Bimbingan Konseling Islam