Oleh: Qonita Nur Rahmawati_234110101073
*Bimbingan dan Konseling Islam
Ada kalanya hidup terasa begitu berat. Pikiran dipenuhi banyak hal, hati terasa Lelah, dan dunia seakan berjalan terlalu cepat. Tuntutan Pendidikan, pekerjaan, masalah pribadi, opini orang kadang dapat membuat kita merasa tertinggal dan tertekan. Kondisi ini membuat rapuh, hal ini wajar. Dalam psikologi, kondisi ini sering dikaitkan dengan kebutuhan akan stress management, yaitu kondisi di mana seseorang mengelola tekanan hidup agar tidak berubah menjadi cemas yang berkepanjangan. Caranya pun bermacam, seperti beristirahat, melakukan aktivitas yang digemari, bisa juga dengan berbicara dengan orang terdekat. Semu aitu tentu membantu. Dalam Islam ada juga sumber ketenangan paling dalam itu dengan mengingat Allah.
Ketika hidup terasa penuh tekanan, mengingat Allah bukan hanya ibadah, tetapi juga tempat bersandar. Melalui do’a dan dzikir, seseorang Allah mengingatkan bahwa seorang hamba tidak hidup sendirian. Dalam Al-Qur’an, Surah Ar-Ra’d ayat 28 memberikan penjelasan, alladzîna âmanû wa tathma’innu qulûbuhum bidzikrillâh, alâ bidzikrillâhi tathma’innul-qulûb; artinya: (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram. Bisa diartikan bahwa ketenangan tidak selalu datang dari selesainya masalah, tetapi dari hati yang merasa dekat dengan-Nya.
Keyakinan akan setiap peristiwa dalam hidup sudah dalam ketentuan Allah membuat seseorang tidak merasa memikul beban hidup sendirian. Dzikir, shalat, murojaah Al-Qur’an dan berdo’a dapat membantu menenangkan pikiran serta menjadi bagian penting dari stress management dalam Islam.
Pada akhirnya, meningat Allah bukan berarti berhenti berusaha, tetapi memberi kekuatan untuk tetap melangkah dengan hati yang lebih tenang. Karena hati yang selalu meningat Allah akan lebih mampu menghadapi tekanan hidup dengan sabar, Adapun hadist nya; Innallaha ma’ashobirin artinya: “Sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.”
*Bimbingan dan Konseling Islam