Mahasiswa BKI menjadi Salah Satu dari Perwakilan UIN Saizu dalam Jelajah Budaya Hardiknas di Kabupaten Purbalingga

Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto berperan aktif dalam kegiatan kebudayaan daerah di Kabupaten Purbalingga, diwakili oleh Intan Nuraeni, mahasiswa BKI semester 4, yang menjadi salah satu peserta dari perwakilan UIN Saizu Purwokerto Kampus II Purbalingga dalam kegiatan Jelajah Budaya. Kegiatan Jelajah budaya diselenggarakan dalam rangka kolaborasi peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga.

Kegiatan Jelajah Budaya tersebut dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026, bertempat di halaman SMA Santo Agustinus Purbalingga. Acara ini menjadi wadah pertemuan lintas jenjang pendidikan dalam semangat kebudayaan dan pelestarian kearifan lokal. Momen Hardiknas dimanfaatkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga tidak hanya sebagai seremoni pendidikan formal, tetapi juga sebagai sarana edukasi budaya yang kontekstual dan aplikatif bagi para peserta.

Peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur pendidikan di Kabupaten Purbalingga, mulai dari perwakilan 13 sekolah tingkat SMA, MAN, dan SMK, hingga perguruan tinggi dan komunitas kepemudaan. Selain UIN Saizu, turut hadir perwakilan dari Universitas Perwira Purbalingga (Unperba), Institut Teknologi Bisnis Muhammadiyah Purbalingga (ITBMP), serta unsur kepemudaan dari Saka Widya Budaya Bakti. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi dunia pendidikan dalam menjaga identitas budaya daerah.

Keikutsertaan Intan Nuraeni sebagai mahasiswa BKI menunjukkan peran aktif mahasiswa UIN Saizu dalam kegiatan sosial dan kebudayaan di wilayah Purbalingga. Sebagai perwakilan kampus, Intan tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga membawa identitas akademik dan nilai-nilai keislaman yang moderat serta berwawasan budaya. Hal ini sejalan dengan visi UIN Saizu yang mendorong mahasiswanya untuk terlibat langsung dalam pengabdian masyarakat dan pelestarian nilai lokal.

Rangkaian kegiatan Jelajah Budaya dikemas secara edukatif dan interaktif. Salah satu kegiatan utama adalah belajar dan praktik membuat gedeg, yaitu anyaman tradisional dari bambu yang selama ini menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Jawa. Peserta mendapatkan penjelasan langsung mengenai makna, fungsi, serta proses pembuatan gedeg dari para perajin dan pendamping kegiatan yang berpengalaman di bidang kebudayaan.

Dalam praktik pembuatan gedeg, peserta diajak mengenal bahan baku bambu, teknik pengolahan, hingga proses menganyam secara tradisional. Aktivitas ini menjadi pengalaman berharga, terutama bagi generasi muda, untuk memahami bahwa produk budaya tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga sarat dengan filosofi kesabaran, ketelitian, dan kebersamaan. Antusiasme peserta terlihat jelas saat mereka mencoba langsung menganyam bambu dengan bimbingan instruktur.

Bagi mahasiswa seperti Intan Nuraeni, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual yang melengkapi proses akademik di bangku perkuliahan. Sebagai mahasiswa BKI, pengalaman berinteraksi lintas lembaga dan mengikuti praktik budaya dinilai dapat memperkaya pemahaman tentang pendekatan sosial-budaya dalam pendampingan dan pembinaan masyarakat. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam bidang Bimbingan dan Konseling Islam, khususnya dalam Konseling Lintas Budaya.

Kehadiran mahasiswa UIN Saizu, termasuk salah satunya Intan Nuraeni, menjadi simbol nyata kontribusi perguruan tinggi dalam merawat dan menghidupkan kebudayaan daerah di tengah arus modernisasi.