Mahasiswa BKI Gelar Workshop Manajemen Emosi di SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto

Purwokerto – Mahasiswa kelas 6 BKI F Kelompok 2 menyelenggarakan kegiatan Workshop Manajemen Emosi di SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto pada Rabu, 29 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi sebagai bentuk praktik langsung penerapan teori mata kuliah Desain Pelatihan yang diampu oleh Bapak Asep Amaludin, M.Si.

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan peserta didik dalam mengenali, mengelola, serta mengekspresikan emosi secara sehat. Kegiatan diikuti oleh para pengurus IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) atau di sekolah lain biasa disebut OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusiasme dan penuh partisipasi.

Pelaksanaan kegiatan dikordinatori oleh mahasiswa BKI F Kelompok 2 dengan susunan kepanitiaan yang solid. M. Tharik Riski Hamami bertindak sebagai ketua pelaksana, Nabila Hastiwi sebagai sekretaris kegiatan, Roykhan Achmad Hidayat Masruri sebagai bendahara, Jihan Fila Nida sebagai koordinator perlengkapan dan konsumsi, serta Hilda Ulil Fadlila sebagai koordinator humas.

Materi pertama disampaikan oleh Sdri. Nabila Hastiwi dengan topik mengenal dan memahami emosi diri (self-awareness). Sesi ini diawali dengan ice breaking untuk mencairkan suasana, sehingga peserta lebih siap secara mental dan emosional dalam menerima materi selanjutnya.

Materi kedua dan ketiga difokuskan pada pengelolaan emosi negatif. Sdr. M. Tharik Riski Hamami menyampaikan materi tentang cara mengontrol emosi saat marah, dilanjutkan oleh Sdri. Hilda Ulil Fadlila membahas cara mengubah pikiran negatif menjadi pola pikir yang lebih positif dan konstruktif.

Selanjutnya, Sdri. Jihan Fila Nida menyampaikan materi mengenai komunikasi emosi yang sehat. Sesi ini menekankan pentingnya mengekspresikan perasaan secara tepat agar tidak menimbulkan konflik, baik dalam lingkungan sekolah, keluarga, maupun pergaulan sehari-hari.

Materi terakhir disampaikan oleh Sdr. Roykhan Achmad Hidayat Masruri tentang membangun ketahanan emosi (emotional resilience). Penyampaian materi ini dipadukan dengan ice breaking permainan tebak angka yang mampu meningkatkan konsentrasi sekaligus semangat peserta. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refreshing berupa relaksasi pernapasan yang diiringi musik tenang serta refleksi diri melalui aktivitas menulis “kertas emosi”.

Sebagai penutup, para peserta menuliskan berbagai permasalahan yang mereka rasakan pada selembar kertas, kemudian kertas tersebut disobek sebagai simbol pelepasan beban emosi. Kegiatan workshop diakhiri dengan sesi foto bersama antara para pemateri, guru BK, dan peserta workshop, menandai keberhasilan acara yang edukatif dan bermakna bagi seluruh pihak yang terlibat.