Departemen Luar Negeri Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (HMPS BKI) tahun 2026 turut berkontribusi sebagai pembicara dalam kegiatan Pembekalan Siswa Kelas IX yang diselenggarakan oleh SMP Zamzam Integrated Islamic School (ZIIS). Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 15 Mei 2026, bertempat di Masjid Jami’ ZIIS Kampus Pernasidi. Acara tersebut diikuti oleh siswa kelas IX.
Dalam kegiatan ini, HMPS BKI 2026 mengangkat tema “Mengenal, Memahami, dan Mengelola Emosi” yang dinilai sangat relevan bagi para siswa yang tengah berada pada masa transisi remaja. Masa ini merupakan fase penting dalam perkembangan psikologis, sehingga diperlukan bekal pemahaman emosi yang baik agar siswa mampu menghadapi berbagai tantangan dengan bijak.

Perwakilan dari Departemen Luar Negeri HMPS BKI menyampaikan materi dengan pendekatan interaktif dan komunikatif. Mereka mengajak para siswa untuk mengenali berbagai jenis emosi yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, seperti marah, sedih, cemas, dan bahagia, serta bagaimana emosi-emosi tersebut dapat memengaruhi perilaku dan keputusan.

Selain itu, siswa juga diajak untuk memahami pentingnya menerima emosi sebagai bagian alami dari diri manusia. Dalam pemaparannya, pemateri menekankan bahwa tidak ada emosi yang sepenuhnya buruk, melainkan bagaimana seseorang mampu merespons dan mengelolanya dengan baik yang menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan mental. Kegiatan ini semakin menarik dengan adanya sesi diskusi yang melibatkan peserta secara langsung.
Kegiatan pembekalan ini memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa dalam meningkatkan kesadaran diri terhadap emosi yang mereka rasakan. Melalui materi yang disampaikan, siswa menjadi lebih mampu mengenali berbagai jenis emosi yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman ini penting agar mereka tidak lagi bingung atau terjebak dalam perasaan yang sulit dikendalikan, melainkan dapat menyadari apa yang sedang mereka alami secara lebih objektif dan terarah. Keterampilan mengelola emosi ini sangat berguna, terutama dalam menghadapi tekanan akademik, pergaulan, serta perubahan lingkungan pada masa remaja.
Kesiapan mental dan emosional siswa bisa menjadi bekal pemahaman dan pengelolaan emosi dalam membantu siswa menjadi pribadi yang lebih tangguh, percaya diri, serta mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan baru. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesehatan mental siswa secara menyeluruh.