Komunitas Mitra Remaja UIN Saizu Telusuri Praktik Pembinaan Mental dan Spiritual di Lapas Kembang Kuning, Nusakambangan

Cilacap– Komunitas Mitra Remaja Fakultas Dakwah UIN Saizu menggelar kunjungan rehabilitasi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II.A Kembang Kuning, Nusakambangan, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa, khususnya Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI), untuk memahami praktik pembinaan mental dan spiritual bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan tersebut diikuti 42 peserta yang terdiri atas pengurus komunitas, dosen pendamping, dan mahasiswa. Rombongan didampingi Wakil Dekan III Fakultas Dakwah Dr. Nawawi, M.Hum., dosen BKI, Adhitya Ridwan Budhi Prasetyo Nugroho, M.Sos serta tendik, Slamet Waluyo.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan pemaparan materi oleh staf Lapas Kembang Kuning, Fauzan. Dalam kesempatan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai program pembinaan kemandirian serta penguatan mental dan spiritual bagi warga binaan. Suasana diskusi semakin bermakna dengan hadirnya salah satu perwakilan warga binaan yang membagikan pengalaman mengenai perubahan mental dan spiritual selama menjalani pembinaan.

Setelah sesi materi, peserta melakukan observasi langsung ke area pemberdayaan kemandirian warga binaan. Mereka mengamati berbagai aktivitas produktif, mulai dari kegiatan pertanian hingga pengelolaan hewan ternak. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik mengenai konseling Islam dengan praktik pembinaan dan pemberdayaan di lingkungan pemasyarakatan.

Ketua Komunitas Mitra Remaja, Aiga Zyfa Zahroh, menjelaskan bahwa kunjungan rehabilitasi merupakan program kerja tahunan yang terus dikembangkan.

“Kegiatan ini adalah program kerja tahunan, pada pelaksanaan tahun ini, kegiatan menghadirkan lokasi dan fokus pembelajaran yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.” Jelas Aiga

Salah satu peserta, Asyva Nur Afsiah, menilai kunjungan tersebut memberikan pengalaman praktis yang bermanfaat bagi mahasiswa BKI.

“Ini merupakan pengalaman yang luar biasa. Melalui pengamatan langsung, saya memperoleh wawasan mengenai penerapan keilmuan BKI di lingkungan pemasyarakatan sekaligus gambaran peluang pengabdian dan pengembangan karier di bidang konseling.” Jelas Asyva

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pembelajaran akademik dan praktik sosial. Pengalaman lapangan diharapkan dapat memperluas pemahaman mahasiswa mengenai peran konseling Islam dalam mendukung perubahan perilaku, penguatan spiritual, dan pemberdayaan warga binaan.

Setelah seluruh agenda edukasi dan observasi selesai, rombongan melanjutkan kegiatan dengan kunjungan edukatif ke Pantai Pasir Putih di kawasan Nusakambangan sebelum kembali ke kampus.