Komunitas Laboratorium BKI Sahabat Heal UIN Saizu Purwokerto menggelar agenda sidang pembahasan dan penetapan AD/ART komunitas Laboratorium BKI Sahabat Heal sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran dan tata kelola kelembagaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memastikan komunitas laboratorium BKI Sahabat Heal mampu berfungsi optimal sebagai wadah pengembangan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam (BKI).
Acara tersebut diselenggarakan di Aula Gedung Kampus 2 UIN Saizu Purbalingga pada hari Sabtu, 28 Februari 2026 dan dihadiri oleh Kaprodi BKI (Nur Azizah), Pembina Laboratorium BKI Sahabat Heal (Abdul Kholiq), Ketua Sema Fakultas Dakwah, Ketua Dema Fakultas Dakwah, Ketua HMJ BKI, hingga perwakilan komunitas Mitra Remaja dan Komunitas Motivator, seluruh anggota Laboratorium BKI Sahabat Heal serta Alumni Laboratorium Konseling (Nur Fathonatus Salamah dan Apri Yuliana). Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat arah kerja komunitas Laboratorium BKI Sahabat Heal UIN Saizu Purwokerto.

Solihah Indah Utami, Ketua komunitas laboratorium BKI Sahabat Heal juga memaparkan rancangan pengembangan terbaru komunitas Laboratorium BKI Sahabat Heal, mulai dari peningkatan kualitas layanan konseling dan kesehatan mental, hingga penguatan kerja sama dengan komunitas dan lembaga baik dalam maupun diluar kampus. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan komunitas laboratorium BKI Sahabat Heal semakin relevan dan progresif.
Pembina komunitas Laboratorium BKI Sahabat Heal, Abdul Kholiq, juga menegaskan bahwa penguatan komunitas laboratorium BKI Sahabat Heal merupakan aspek fundamental dalam penataan kelembagaan supaya kegiatan yang akan dilakukan lebih sistematis dan relevan, komunitas laboratorium BKI Sahabat Heal juga diharapkan lebih fungsional dengan arah yang jelas dan terukur.
Dalam sambutannya, Kaprodi BKI Nur Azizah menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai wujud nyata penguatan kegiatan dan perluasan jaringan kemitraan yang selama ini menjadi kekuatan komunitas Laboratorium BKI Sahabat Heal dalam menjalankan program pengabdian dan layanan konseling serta pendampingan kegiatan SMART Aruntala Team (Kerjasama 12 Perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia).
Alumni Laboratorium Konseling, yaitu Nur Fathonatus Salamah dan Apri Yuliana, hadir dan ditunjuk sebagai ketua dan sekretaris Sidang AD/ART juga berbagi pandangan dan pengalaman selama melaksanakan kegiatan di laboratorium Konseling. Mereka memberikan masukan mengenai pengembangan program yang lebih adaptif dan inovatif, terutama dalam merespon kebutuhan generasi muda dan dinamika masyarakat saat ini.
Melalui agenda sidang penetapan dan penguatan AD/ART dan pemaparan arah pengembangan terbaru ini, komunitas Laboratorium BKI Sahabat Heal menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan memberikan kontribusi terbaik. Harapannya, laboratorium dapat menjadi ruang belajar yang lebih profesional, kolaboratif, dan mampu melahirkan calon konselor yang memiliki kepekaan akademik, sosial, dan spiritual. pentingnya keselarasan antara program yang dijalankan laboratorium dan visi misi Prodi BKI. Komunitas Laboratorium BKI Sahabat Heal tidak hanya menjadi tempat praktik, tetapi juga ruang pengembangan kapasitas dan kompetensi mahasiswa BKI agar siap menghadapi tantangan profesional di dunia konseling Islam.